Disaster…..

Bencana dan mistis

Dalam beberapa tahun belakangan ini kita, bangsa Indonesia sedang dilanda bencana yang datang silih berganti. Bencana ini menimbulkan korban yang tidak sedikit. Banyak yang bahkan kehilangan nyawa dalam bencana-bencana ini. Bencana yang akhir-akhir ini seperti bencana banjir wasior, bencana tsunami mentawai, bencana letusan gunung merapi dan gunung bromo. Indonesia berduka….seperti itulah yang sedang dialami oleh Indonesia. Masyarakat menganggap alam sedang marah kepada kita karena kita tidak menjaga alam kita dengan baik. Namun sebenarnya Tuhan-lah yang marah kepada kita. Masyarakat banyak yang percaya bahwa di setiap kejadian bencana ini karena penunggu di daerah tersebut mulai terusik. Mereka masih memberikan sesajian-sesajian kepada para penunggu daerah tersebut. Namun ketika masyarakat lalai memberikan sesajian, para penunggu tersebut marah sehingga terjadilah bencana tersebut. Kepercayaan masyarakat yang seperti ini banyak terdapat di masyarakat khususnya pulau Jawa dan Bali. Di Jawa dan Bali memang masih kental akan kepercayaan tersebut. Terbukti dengan banyaknya sesajian yang tampak di berbagai tempat yang dianggap terdapat penunggunya. Di Jawa, misteri dibalik letusan gunung merapi sendiri masih banyak diperbincangkan di kalangan masyarakat. Pada saat terjadi letusan terlihat gumpalan awan yang menyerupai tokoh pewayangan yaitu petruk. Hal ini diyakini oleh masyarakat bahwa penunggu gunung Merapi adalah mbah Petruk sedang menampakkan dirinya membentuk gumpalan awan. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boyolali, Sumantri, keberadaan Mbah Petruk memang sudah lama dipercayai masyarakat setempat sebagai penguasa Gunung Merapi. Masyarakat Selo, kata Sumantri, juga yakin bahwa si empunya Gunung Merapi ini akan memberi tahu warga jika Merapi sewaktu-waktu meletus.

“Kalau Mbah Marijan sosoknya ada, sedangkan Mbah Petruk ini gaib. Biasanya Mbah Petruk mendatangi warga sekitar melalui mimpi,” katanya kepada media, Senin (26/10/2010) malam.

Sumantri menjelaskan, sebagai bentuk penghormatan, masyarakat setempat kerap kali memberikan sesaji dengan tujuan agar mereka selamat dari bahaya, terutama letusan gunung berketinggian 2.914m itu.

“Walaupun warga tidak mau mengungsi kami di Selo sudah siap dengan keadaan apapun,” pungkasnya.

Advertisements

2 responses to “Disaster…..

  1. haha….
    termasuk dalam suicide apakah itu????
    hohoho

    Alloh SWT emang sayang dengan Indonesia terbukti dengan Indonesia banyak diberi cobaan untuk menguji keimanan seseorang, siapakah yang mampu dengan sabar dan ikhlas dalam melewatinya…
    dan Alloh SWT menjanjikan surga bagi orang-orang yang bersabar ketika ditimpa musibah…
    kita seharusnya meminta pertolongan kepada Alloh SWT Sang Pemberi Kehidupan,,bukan kepada ciptaan-Nya…

    Wallohu’alam bisowab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s